gangguan yang diatasi dengan fisioterapi

12 Masalah Kesehatan yang Dapat Diatasi dengan Fisioterapi

Posted on
penyakit yang dapat diatasi fisioterapi
pdhtherapy

Terlalu banyak melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu yang lama akan berpotensi menimbulkan beberapa masalah kesehatan, khususnya pada bagian otot dan tulang. Jika hal tersebut sudah terjadi, fisioterapi adalah salah satu cara untuk menyembuhkannya. Terapi fisik ini akan memeriksa dan menangani masalah yang terjadi pada fungsi gerak tubuh.

Biasanya terapi ini digunakan oleh para pekerja yang mengalami nyeri otot atau cedera akibat olahraga. Namun, ternyata terapi tersebut juga bisa mengatasi banyak sekali masalah kesehatan. Lalu, apa saja gangguan kesehatan yang dapat diatasi dengan fisioterapi? Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut ini. 

Gangguan Kesehatan yang Bisa Diatasi dengan Terapi Fisik

1. Cedera saat olahraga

Hal ini adalah yang paling umum ditemui. Di berbagai cabang olahraga pasti akan ada fisioterapi olahraga yang bertugas menangani atlet-atlet yang cedera saat berlatih atau berlaga. Cedera ini memang kerap ditemui, apalagi jika pemain tersebut kurang pemanasan dan pendinginan yang baik. Tidak hanya mengganggu saat di lapangan, cedera juga akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Nyeri otot

Nyeri otot kerap dialami oleh sebagian besar orang, apalagi pekerja berat yang setiap hari bekerja mengangkat beban-beban yang berat. Bagian punggung adalah yang paling sering terkena masalah ini. Menggunakan terapi fisik ini akan sedikit membantu untuk mengatasi rasa nyeri tersebut. Setelah dilakukan terapi, aliran darah ke otot akan menjadi lebih lancar sehingga rasa sakit akan berkurang.

3. Masa rehabilitasi

Setelah mengalami cedera atau kecelakaan serius, seseorang akan menjalani proses rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi organ secara perlahan. Fisioterapi bisa membuat proses pemulihan menjadi lebih tepat, sedangkan untuk waktu pemulihan tergantung dari seberapa parah cedera yang dialami. Mungkin tanpa terapi, pemulihan tetap bisa berjalan, hanya saja waktu yang dibutuhkan tentu akan lebih lama. Fisioterapi stroke dapat membantu penderitanya lebih cepat pulih.

4. Arthritis

Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin rentan pula ia akan mengalami arthritis. Arthritis adalah kasus peradangan yang terjadi pada sendi, ditandai dengan rasa kaku dan nyeri. Orang yang mengalami gangguan ini akan terganggu pada mobilitasnya. Terapi ini bisa menjadi solusi untuk penderita arthritis karena dapat memperlancar aliran darah dan memperbaiki gerakan fisik.

5. Tumbuh Kembang Anak

Fisioterapi juga dapat dipakai untuk mencegah keterlambatan tumbuh kembang anak, yang umum terjadi gangguan motorik. Fisioterapi anak sangat baik pada bayi yang lahirnya normal atau prematur. Fisioterapi anak bertujuan agar berkembang lebih baik.

6. Masalah pernapasan

Selanjutnya, terapi ini juga bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah pernapasan. Beberapa masalah tersebut antara lain pneumonia, kanker paru-paru, asma, dan cystic fibrosis. Terapi ini akan membantu mempermudah pernapasan dan membersihkan saluran pernapasan. Selain itu, rasa sakit yang timbul karena gangguan pernapasan juga bisa dikontrol dan diredam.

7. Pencegahan Cedera

Selain membantu pemulihan saat cedera, terapi ini dapat digunakan untuk melakukan pencegahan. Sebagai catatan, hal ini bukan berarti seseorang yang melakukan terapi akan sepenuhnya terhindar dari cedera. Akan tetapi, risiko terkena cedera akan diminimalkan. Dengan rutin melakukan terapi, aliran darah dalam tubuh akan menjadi lancar dan tubuh menjadi fleksibel.

8. Inkontinensia

Inkontinensia merupakan gangguan yang menyerang seseorang dan mengakibatkan susah untuk menahan rasa buang air. Tidak sedikit penderita yang malu untuk mengungkapkan masalah ini dan justru menambah penderitaan karena dirasakan secara diam-diam. Normalnya, penanganan untuk gangguan ini adalah dengan operasi. Namun, dengan terapi fisik hal tersebut bisa sedikit dikendalikan dengan pendekatan tanpa bedah.

9. Cerebral palsy

Gangguan kesehatan berikutnya yang bisa diatasi dengan terapi fisik adalah cerebral palsy. Cerebral palsy merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan gangguan berupa kecacatan non-progresif yang timbul karena rusaknya jaringan otak saat kehamilan atau kelahiran. Perkembangan yang tidak normal ini akan mengganggu pengiriman sinyal dari saraf ke otot sehingga menyebabkan kesulitan dengan koordinasi dan postur.

10. Disfungsi temporomandibular

Temporomandibular adalah nama sendi yang berlokasi di kedua sisi kepala, tepatnya di depan telinga. Sendi temporomandibular menghubungkan tulang rahang ke tulang tengkorak. Gejala disfungsi sendi ini berupa rasa nyeri di sekitar rahang, telinga, atau otot rahang. Selain itu, ketika menutup mulut akan ada bunyi klik, baik ketika menguap atau mengunyah.

11. Nyeri skiatika

Nyeri skiatika adalah rasa sakit yang muncul di sepanjang jalur saraf skiatika, yang bercabang mulai dari bagian punggung bawah melalui bokong dan pinggul kemudian turun ke kaki. Biasanya, rasa nyeri ini hanya akan mempengaruhi pada salah satu sisi tubuh saja. Nyeri yang sering muncul adalah karena piringan hernia atau taji tulang belakang menekan bagian saraf.

12. Vertigo

Terakhir, fisioterapi bisa digunakan untuk mengatasi vertigo. Vertigo merupakan sensasi rasa pusing yang luar biasa dan mengganggu keseimbangan. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam. Terapi fisik akan membantu penderita vertigo untuk menjaga keseimbangan saat masalah ini kambuh.

Itulah beberapa masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan fisioterapi. Jadi, jika Anda atau kenalan Anda memiliki masalah kesehatan di atas, menggunakan jasa fisioterapis bisa menjadi salah satu jawaban yang tepat tanpa harus berkutat dengan obat-obatan kimia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *