Pengertian Fisioterapi
Ayobandung

Apa itu Fisioterapi?

Posted on

Benar adanya apabila kesehatan sangat mahal harganya, bahkan tidak bisa ditukar dengan uang sebanyak apapun. Maka dari itu sangat penting menjaga kesehatan saat kondisi tubuh masih fit. Jika sudah terkena indikasi penyakit akan sangat sulit mengembalikan tubuh seperti sedia kala. Oleh sebab itu perlu mengetahui berbagai jenis penyakit, yang sekiranya bisa menjadi antisipasi sejak awal. Berikut ada ulasan untuk mengenal fisioterapi lebih jauh, simak disini.

Pengertian Fisioterapi

Bagi seseorang yang pernah mengalami cidera fisik tentunya pernah menjalani fisioterapi. Bukan tanpa alasan karena nyatanya prosedur medis ini bisa mengurangi resiko cidera, serta gangguan yang dialami selama pergerakan. Nantinya para pasien akan dibantu oleh fisioterapis, seorang ahli yang menerapkan praktik terapi fisik. Tidak ada batasan usia bagi pasien fisioterapi, artinya semua usia boleh melakukan tindakan medis ini. Umumnya para atlet yang datang untuk melakukan terapi, karena perlu memulihkan kondisi tubuh agar normal kembali.

Fungsi awal adanya fisioterapi adalah proses merehabilitsi seseorang, supaya terhindar dari adanya cacat fisik. Terapi ini dilakukan sebagai metode untuk tindakan pencegahan, dengan diagnosis diawal baru penanganan lebih lanjut. Bisa dibilang fisioterapi aman dilakukan oleh usia lanjut, misalnya untuk mengobati nyeri punggung atau menyehatkan kembali tulang-tulang. Maka dari itu tidak heran bila banyak pasien usia tak muda lagi yang melakukan terapi fisik ini.

Umumnya bentuk pelayanan kesehatan ini ditujukan kepada individu atau kelompok, yang ingin memulihkan gerak dan fungsi tubuh. Dengan mengenal fisioterapi anda bisa memahami segala bentuk penangannya. Ada yang secara manual, peningkatan gerak, penggunaan alat, pelatihan fungsi, hingga komunikasi. Bentuk penanganan yang kompleks inilah yang menjadi acuan untuk mengurangi dampak dari cidera yang terjadi.

Fisioterapi untuk Penyakit Apa Aja

Meskipun terapi fisik ini boleh dilakukan oleh rentang usia berapapun, namun tetap ada pembatasan pasien. Para terapis akan mendahulukan pasien dengan kondisi tertentu, yang sekiranya membutuhkan pertolongan lebih dulu. Pertama ada Gangguan Sistem Saraf, dimana pasien menderita susah bicara, susah bergerak, dan tangan tidak bekerja. Tanda-tanda tersebut mengarah kepada penderita stroke, maupun jenis penyakit Parkinson yang mengganggu fungsi tubuh.

Selanjutnya ada Gangguan Otot Kerangka Tubuh, yang mana disebabkan oleh gangguan pada neuromuskuloskeletal. Awalnya pasien mengalami nyeri punggung, nyeri otot, atau cidera karena olahraga terlalu keras. Paling parah ketika terjadi cidera ACL dan arthritis yang mempengaruhi ligamen pada otot. Setelah melalui berbagai rangkaian operasi tulang dan otot, maka pasien selalu diarahkan untuk fisioterapi. Guna mengembalikan kembali fungsi tubuh ke kondisi normal.

Kemudian ada Penyakit Kardiovaskular, yang mana pasien penyakit jantung kronis akan menjalani masa fisioterapi. Mereka akan diberikan rehabilitasi sembari mengenal fisioterapi dengan baik. Tujuannya agar kondisi pasien bisa sembuh lebih cepat sebab diberi dukungan fisik dan emosi. Pasien akan mendapatkan motivasi untuk kembali sembuh total, tanpa merasa bersalah ataupun takut untuk melawan penyakit dalam dirinya.

Terakhir adalah pasien Gangguan Pernapasan, yang membutuhkan fisioterapi sebagai bentuk meringankan gejala. Ahli fisioterapis menyarankan adanya serangkaian metode yang perlu diikuti oleh para pasien. Mereka akan diberi pengetahuan baru tentang bagaimana cara tubuh bernapas, ketika menunjukkan gejala sesak. Kemudian ada pula pelajaran tentang mengontrol batuk-batuk, serta tindakan mandiri apa yang perlu dilakukan.

Resiko Fisioterapi

Meskipun terbilang aman bukan berarti fisioterapi tidak mempunyai efek samping. Tentunya ada gejala-gejala yang menunjukkan bahwa setelah melakukan terapi fisik ini, pasien akan mengalami banyak perubahan. Sebenarnya tidak ada bahaya tertentu hingga menyebabkan pasien perlu tindakan medis lebih. Hanya menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh, serta bagian cidera yang ditangani. Namun nyeri tersebut berjalan normal dan berlangsung beberapa hari saja.

Dengan mengenal fisioterapi, mungkin anda nantinya akan lebih waspada pasca melakukan terapi ini. Dalam artian anda tahu kemana tujuan ada jika sewaktu-waktu mengalami cidera. Selain itu sudah mempersiaplan diri apabila terjadi resiko yang tidak diinginkan. Meskipun tidak begitu parah efek sampingnya, namun anda perlu waktu pemulihan cukup lama. Sehingga mau tidak mau harus menonaktifkan banyak aktivitas, terutama yang berhubungan dengan fisik.

Penting untuk diketahui bahwa respon tubuh pasien terhadap fisioterpi berbeda-beda. Tidak semua bisa disamaratakan hanya pada resiko nyeri beberapa hari saja. Sebab hal tersebut berkaitan dengan tingkatan cidera, serta daya tahan tubuh setiap pasien. Maka dari itu ada pasien tertentu yang diberikan resep dokter, mengenai obat-obatan baik produk herbal ataupun suplemen. Tujuannya untuk menguatkan imun tubuh agar pulih lebih cepat.

Kenapa Harus di Fisioterapi?

Sebelum menjalani prosedur fisioterapi, anda terlebih dahulu melalui rangkaian pemeriksaan. Proses ini akan dijalankan oleh dokter spesialis fisik dan rehabilitasi, baru setelahnya mendapat rujukan untuk melakukan terapi. Ada baiknya pasien menanyakan dahulu tentang bagaimana cara terapinya, atau efek samping yang ditimbulkan. Namun pada intinya fisioterapi tetap penting dilakukan, terutama bagi penderita cidera fisik.

Dengan mengenal fisioterapi, anda akan tahu tujuan awalnya untuk mengembalikan fungsi tubuh. Bagi pasien yang mengalami gangguan sementara, terapi fisik ini akan membantu untuk mengembalikannya normal kembali. Sedangkan pada seseorang yang sudah mengalami cidera permanen, adanya fisioterapi akan mengurangi dampaknya. Dengan begitu ada kemungkinan pasien bisa melakukan aktivitas normal, namun tidak sepenuhnya kembali utuh.

Penting bagi pasien cidera fisik untuk melakukan fisioterapi, selain untuk melatih pergerakan, supaya mendapatkan edukasi pasca pemulihan. Para terapis akan memberikan banyak saran untuk menjaga kesehatan tubuh, seperti pola makan hingga olaraga teratur. Selain itu mendapatkan saran mengenai posisi tidur yang baik harusnya bagaimana. Kemudian gerakan apa saja yang diperbolehkan selama menjalani aktivitas sehari-hari.

Apakah Fisioterapi Berbahaya?

Apabila anda sudah mengenal fisioterapi, tampaknya pengobatan ini jauh dari kata berbahaya. Terbukti pasien tidak hanya diberi layanan secara fisik saja, melainkan dorongan psikologis yang turut membantunya. Mungkin fisik pasien bisa kembali normal dalam waktu yang normal, tetapi tidak untuk mental pasien yang sempat down. Maka dari itu perlu motivasi lebih agar mereka segera bangkit.

Tidak ada indikasi efek samping yang berlebihan selama menjalankan fisioterapi. Semuanya berjalan normal selama pasien mengikuti prosedur dari ahli terapis. Mungkin hanya nyeri pasca terapi tetapi hanya berlangsung beberapa hari saja. Tetapi terapi fisik ini tidak bisa dilakukan satu kali saja, perlu sekitar 3-6 bulan terapi tergantung dari cidera yang dialami. Tinggal bagaimana saja pasien taat dengan protokol kesehatan yang diberikan para dokter.

Pasien yang mengalami cidera memerlukan fisioterapi, sebagai jalan pengobatan paling baik. Para ahli terapis akan melakukan terapi fisik untuk mengurangi rasa sakit akibat cidera. Meskipun resikonya akan terjadi nyeri pada tubuh selama beberapa hari, namun hal tersebut tidak berbahaya. Selain terapi fisik, pasien juga diberi edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga kesehatan pasca fisioterapi. Jadi bisa dikatakan jenis pengobatan ini sangat komplit bagi para penderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *