alat fisioterapi

Macam Alat Fisioterapi dan Fungsinya yang Wajib Kamu Tahu!

Posted on

Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan kata fisioterapi. Fisioterapi ini adalah proses rehabilitasi agar terhindar dari kecacatan fisik. Kecacatan fisik tersebut bisa disebabkan cedera atau karena penyakit yang diderita. Fisioterapi ini dikaitkan dengan terapi fisik dimana dengan tindakan ini diharapkan bisa memperbaiki gangguan, meningkatkan mobilitas, fungsi, dan kualitas kehidupan menjadi lebih meningkat dibandingkan sebelumnya.

Alat-Alat Fisioterapi

Orang yang membutuhkan fisioterapi adalah mereka yang mengalami cedera sendi dimana menjadi masalah yang paling umum terjadi. Selain itu pada penderita arthritis, pasien yang bermasalah pada gunggung, masalah pada fleksibilitas, inkontinensia, osteoporosis, dan lain sebagainya ini membutuhkan terapi fisik fisioterapi. Setiap pasien membutuhkan alat fisioterapi yang berbeda-beda. Jenis dan alat terapi yang digunakan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Berikut ini berbagai alat fisioterapi yang biasa digunakan, antara lain:

1. Stimulasi listrik dan TENS

alat TENS fisioterapi

Stimulasi listrik dan TENS ini merupakan alat yang digunakan untuk bisa membantu mengurangi rasa sakit pada jaringan yang terluka. Kedua alat tersebut menggunakan energi listrik untuk bisa merangsang sistem saraf yang ada di permukaan kulit. Simulasi listrik juga mampu merangsang otot berkontraksi supaya bisa berfungsi seperti sedia kala.

2. Ultrasound

ultrasound alat fisioterapi
spineuniverse

Ultrasound atau yang disebut dengan USG ini menjadi alat yang sering dijumpai di bidang kedokteran. Biasanya USG digunakan untuk memeriksa kehamilan. Tidak hanya kedokteran saja namun alat ini juga bisa digunakan di bidang fisioterapi. Alat ini mampu memancarkan gelombang suara dengan intensitas tinggi. 

Secara spesifik, USG banyak digunakan untuk mengatasi gangguan otot dan tulang. Misalnya saja adalah tendonitis, cedera akibat olahraga, terkilir, dan otot tegang. Cara penggunaannya adalah fisioterapis akan mengoleskan gel. Tujuannya agar gelombang suara ini bisa terserap secara maksimal ke dalam otot dan kulit. Setelah itu alat USG ini akan digerakkan melingkar, mendekat ke arah lokasi yang cedera.

3. Kinesio tape

k-tape
bordertherapy

Disingkat menjadi K-tape, merupakan alat yang digunakan fisioterapis untuk mendukung program rehabilitasi pasien. Bentuk alat ini mirip selotip dengan aneka warna. Sifatnya lentur dan fleksibel, mampu meregang dan menarik ketika pasien bergerak. Beberapa fungsi dari alat terapi ini adalah untuk merangsang pergerakan otot, pereda nyeri, dan yang terakhir adalah mampu mengatasi memar dan juga bengkak.

4. Traksi

alat traksi untuk fisioterapi
ciptamedika

Traksi ini merupakan alat fisioterapi yang mana bentuknya mirip dengan meja. Meja tersebut dilengkapi dengan tenaga mekanik dimana berfungsi untuk mengobati nyeri punggung bawah dan juga mengobati nyeri leher. Cara kerja traksi ini adalah memisahkan sendi dengan ruang diskus pada punggung bawah atau bagian leher. Tekanan di saraf tulang belakan akan menjadi berkurang dan rasa sakit ini bisa diminimalisir.

Khusus traksi lumbal, pasien akan diminta untuk berbaring di atas meja. Pasien akan menggunakan rompi yang mana berfungsi untuk membantu menopang tulang rusuk supaya tetap lurus. Selain rompi juga akan dilengkapi dengan perangkat panggul, kemudian saat terapi tangan pasien akan memegang tali tujuannya supaya koordinasi dan fleksibilitas tubuh pasien tetap stabil.

Traksi leher servikal, pasien ini akan melakukan terapi sambil duduk atau berbaring. Jika posisinya duduk, harness atau kain pengaman dipasang di kepala dan di katrol. Jika traksi servikal ini dilakukan dengan berbaring maka harness akan melingkar di kepala. Selain itu pneumatic bisa digunakan untuk memberikan kekuatan traksi pada leher pasien.

5. Parafin Bath

paraffin bath fisioterapi
facebook

Merupakan alat yang bisa memancarkan panas superficial dengan modal rendaman parafin hangat.  Terapi ini memiliki tujuan berupa melancarkan peredaran darah. Mengurangi rasa sakit, membuat jaringan perifer ini lebih lentur, dan membuat sendi tangan dan kaki lebih lentur. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan dengan alat fisioterapi ini.

Yang pertama adalah dengan mencelupkan bagian kaki atau tangan ke dalam cairan parafin, kemudian permukaan parafin padat dan tipis menyerupai kulit akan muncul, tarik kembali tangan atau kaki, setelah itu ulangi sampai 10 kali, bungkus dengan handuk kering supaya panas tetap bertahan, lamanya maksimal 20 menit, setelah itu pembungkus handuk dilepas.

Metode kedua adalah celupkan tangan atau kaki terus menerus ke cairan parafin sampai sarung tangan di sekitar kulit ini terbentuk, lakukan proses ini dengan durasi 20 sampai dengan 30 menit.

6. Paralel Bar

paralell bar alat bantu berjalan
physio.co.uk

Alat terapi kaki terakhir adalah paralel bar. Untuk lebarnya bisa diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan. Pasien yang membutuhkan alat ini adalah mereka yang mengalami pasca stroke, mengalami kanker yang berefek pada kelumpuhan kaki, dan lain sebagainya. Cara terapinya adalah pasien latihan berjalan dengan kedua tangan menopang pada kedua sisi paralel bar tersebut.

Fisioterapi ini harus dilakukan secara rutin dan teratur. Ada jangka waktu tertentu yang harus dilalui pasien dalam melakukan fisioterapi tersebut dimana hal itu dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit. Semoga beberapa informasi tentang alat fisioterapi ini bermanfaat untuk Kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *